Chef Widiantara
Saat ini culinary journey telah berevolusi, tidak hanya berfokus pada ketersediaan dan kesegaran bahan makanan (seperti pada konsep omakase), tetapi seorang chef juga diharuskan untuk menentukan urutan hidangan, mengatur progres rasa, menggabungkan teknik modern, serta berinteraksi dengan tamu melalui culinary storytelling agar tamu dapat merasakan culinary experience yang lengkap dari setiap menu yang dihidangkan.
Mengikuti tren tersebut, Double Ikat Restaurant di Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa melakukan inovasi dengan membawa kuliner Indonesia dan Bali ke tingkat yang lebih tinggi, menjadi lebih menarik, lebih premium, lebih kreatif, dan berkelas tanpa kehilangan identitas aslinya, sekaligus mendukung masyarakat sekitar melalui sustainability food program dengan menggunakan bahan-bahan yang didapat dari petani dan pemasok lokal.

Inovasi dan kreativitas Jelajah Rasa tersebut dipresentasikan oleh Chef Widiantara sebagai multisensory culinary journey dengan rasa yang berkembang secara bertahap, mulai dari ringan, kompleks, kaya, dan ditutup dengan rasa manis, sehingga lidah setiap tamu dapat menikmati lapisan rasa yang disajikan secara optimal.
Berikut culinary journey Jelajah Rasa Indonesia dan Bali di Double Ikat Restaurant – Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa, dengan sembilan menu degustation.
Amuse Bouche
Double Ikat bersiap menyambut Anda sebagai tamu dalam Jelajah Rasa dengan menyajikan amuse bouche berupa makanan ringan mulai dari rempeyek, kerupuk beras, keripik ubi ungu, keripik singkong, dan keripik talas yang disajikan bersama dengan sambal tomat yang diulek langsung untuk menjamin kesegaran bahan-bahan yang digunakan.

Welcome Drink
Uluwatu Pineapple Tepache
Dimulai dengan mocktail sebagai palate cleanser, Uluwatu Pineapple Tepache dibuat dari kulit buah nanas yang telah difermentasi selama satu minggu, lalu ditambahkan simple syrup dan lime juice untuk memberikan sedikit rasa manis dan asam. Uluwatu Pineapple Tepache disajikan menggunakan martini glass dan dehydrated lime sebagai garnish.

Benoa Bay Tuna
Menggunakan bagian tuna loin yang berasal dari yellowfin tuna yang didapatkan dari komunitas nelayan di pesisir Tanjung Benoa. Selain segar, pembelian dari komunitas nelayan sekitar juga mendukung sustainability food program Double Ikat Restaurant.
Benoa Bay Tuna dimasak dengan metode tuna tartare. Daging tuna loin dipotong kecil-kecil hingga halus, lalu dicampurkan dengan cabai dan bawang merah. Dalam penyajiannya diberikan daun ketumbar (coriander) sebagai garnish, dan rempeyek sebagai accompaniment.
Cara menikmatinya, tuna tartare dimakan bersama rempeyek untuk memberikan perpaduan rasa manis alami dari tuna, sedikit pedas, hangat dari tuna tartare, serta rasa gurih, aromatik, nutty, dan tekstur crispy dari rempeyek.

Crab
Disajikan dengan sangat menarik, menu crab menggunakan bahan dari kepiting yang dibentuk menjadi croquette, serta shellfish dust sebagai accompaniment yang dibuat dari cangkang kepiting yang dikeringkan, dipanggang, lalu dihaluskan sebelum dibentuk menyerupai kepiting. Menu Crab disajikan dengan garnish daun bawang dan ditaburi shellfish dust.
Sedangkan untuk condiment menggunakan sambal matah aioli yang terinspirasi dari classic sauce aioli, merupakan campuran dari olive oil dan garlic berasal dari Mediterania khususnya Catalonia dan Provence dengan tambahan mayonnaise untuk memberikan perpaduan rasa segar, sedikit pedas, gurih, dan creamy.

Celengis
Celengis atau Klengis masih terdengar asing di telinga orang Indonesia. Masakan asli Bali ini secara tekstur mirip pepes, tetapi Double Ikat Restaurant melakukan upgrade menu ini agar lebih modern, dengan tetap menggunakan bahan-bahan asli. Dimasak dengan metode slow cooking, santan kelapa dicampurkan dengan bumbu genep hingga terpisah menjadi air, minyak, dan ampas. Ampas tersebut disebut sebagai Celengis.
Menu Celengis disajikan dalam empat lapisan: di lapisan dasar adalah Chili Oil sebagai base sauce, lalu puree mushroom dengan Celengis di lapisan bawah, kemudian button mushroom di lapisan tengah, dan oyster mushroom tempura di lapisan atas. Celengis disajikan dalam mangkuk dengan daun bawang dan edible flower sebagai garnish.

Cleanser Palate
Rosella & Lemongrass
Setelah menu ketiga, Jelajah Rasa kembali menyajikan cleanser palate dengan Rosella & Lemongrass yang dibuat dari Rosella tea yang berasal dari Munti Gunung, Karangasem. Warna merah yang dihasilkan dari rosella tea yang telah diseduh, lalu dicampur dengan ginger, lemongrass syrup, honey, dan soda water untuk memberikan perpaduan rasa teh yang manis, asam, dan hangat, serta memberikan tekstur berkarbonisasi yang menyegarkan.

Gulai Udang
Di menu kelima, kreativitas Chef Widiantara menghadirkan perpaduan masakan Melayu dan Italia. Gulai udang dengan jenis tiger prawn dimasak dengan santan dan beragam rempah untuk menghasilkan rasa manis dengan aroma khas. Sedangkan Bubur Moreng khas Nusa Penida dipilih sebagai accompaniment yang terinspirasi dari “risotto”.
Bubur Moreng merupakan campuran beras dari daerah Tabanan, labu, dan jagung yang dimasak bersama base genap hingga menjadi bubur, sehingga memiliki tekstur yang lembut, aroma toasty, dan rasa yang creamy.

Sate Ayam
Terinspirasi dari salah satu menu street food favorit di Indonesia, Sate Ayam menggunakan paha ayam yang lebih juicy dan savoury, serta memiliki lemak yang lebih banyak dibandingkan dengan dada, dan dimasak menggunakan teknik pan-seared untuk memberikan rasa gurih dan aromatik. Sedangkan sebagai condiment, sate ayam menggunakan saus kacang yang didapatkan dari Singaraja.
Sate ayam disajikan bersama abon ayam, daun bawang, dan daun jeruk goreng sebagai garnish, serta acar timun sebagai accompaniment.

Kunyit Asam
Selain sebagai cleanser palate setelah menu kelima, Kunyit Asam juga dikenal sebagai salah satu minuman jamu yang populer di Indonesia sejak beberapa abad lalu. Kali ini Double Ikat Restaurant melakukan inovasi Kunyit Asam dengan mencampurkannya bersama nanas, sirup timun, dan asam jawa untuk mengurangi rasa pahit dan memberikan sedikit rasa asam.
Kunyit asam disajikan dalam cocktail glass dengan dehydrated lime sebagai garnish.

Ikan Bakar Jimbaran
Diambil dari nama ikon kuliner ternama di Bali, Ikan Bakar Jimbaran menggunakan baramundi sebagai menu keenam. Double Ikat memilih ikan barramundi sebagai gerbang awal perkenalan kuliner pesisir Nusantara kepada turis mancanegara dengan tekstur sedang serta aroma laut yang ringan.
Sebelum dipanggang, barramundi dioleskan dengan bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, asam jawa, dan gula jawa untuk memberikan keseimbangan rasa gurih, pedas, manis, dan asam. Dalam penyajiannya, sambal matah digunakan sebagai lapisan dasar dari barramundi, dan pumpkin puree sebagai side dish. Daun kemangi, daun selada air digunakan sebagai garnish, sedangkan jeruk nipis digunakan sebagai flavour enhancer.

Babi Guling
Babi guling merupakan salah satu ikon kuliner yang paling populer di Bali dengan beraneka ragam resep serta cara memasak yang berbeda-beda di setiap daerah. Dalam jelajah rasa di Double Ikat, menu babi guling dimasak dengan teknik modern, menggunakan metode sous-vide yang dicampur dengan bumbu genep untuk memberikan aroma smoky yang lebih intens.
Babi guling disajikan dalam bentuk menyerupai kerucut dan terdiri dari tiga lapisan: lapisan dasar adalah daun singkong yang dibumbui kari, lapisan kedua adalah daging babi guling, dan lapisan paling atas adalah kerupuk kulit babi. Sedangkan sambel embe dijadikan sebagai condiment, chili oil sebagai accent sauce, dan daun jeruk sebagai garnish.

Pandan Colada
Sebelum berlanjut ke dessert, Jelajah Rasa menyajikan Pandan Colada sebagai cleanser palate yang terakhir. Terinspirasi dari Virgin Piña Colada yang populer sebagai non-alcoholic tropical drink, Angga Saputra, Head Mixologist dari R Bar, mempertahankan metode yang sama seperti minuman asalnya, dengan campuran coconut milk, almond milk, dan banana puree, serta warna hijau yang dihasilkan dari daun pandan.
Pandan Colada disajikan menggunakan flute glass. Cara menikmatinya: Pandan Colada dicampurkan dengan coconut foam sebagai bagian dari dessert tersebut, lalu diaduk sebelum diminum.

Desserts
Uluwatu Colada
Dessert pertama adalah Uluwatu Colada, yang terdiri dari tiga komponen. Pertama berupa Coconut Panna Cotta dengan tekstur lembut, halus, serta rasa creamy dan sedikit manis dari campuran coconut milk, almond milk, dan banana puree. Komponen kedua adalah Pineapple Coulis untuk memberikan rasa asam yang segar, dan Caramelised Pineapple sebagai komponen ketiga yang berasal dari nanas yang dipanaskan hingga menjadi karamel serta memberikan aroma smoky.
Uluwatu Colada disajikan menggunakan batok kelapa serta edible flower sebagai garnish.

Bali Coffee
Sebagai dessert kedua, Bali Coffee juga terdiri dari tiga lapisan, dengan lapisan pertama atau yang paling dasar adalah salty peanut crunch, kemudian lapisan kedua adalah espresso mousse, sedangkan lapisan paling atas adalah shaved chocolate.
Cara menikmatinya, ketiga lapisan tersebut harus dinikmati secara bersamaan agar menghasilkan campuran tekstur lembut dan crunchy, serta rasa manis dari cokelat dan pahit dari kopi. Bali coffee disajikan menggunakan gelas dengan chocolate shard sebagai accompaniment.

Selamat Menikmati!